Description:
Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang bisa dikatakan serbaguna. Bawang
merah bisa dijadikan bumbu dapur, obat ataupun industri makanan. Banyak orang yang
membudidayakannya di daerah rendah beriklim kering dengan suhu agak panas dan cuaca
cerah. Masalah terbesar para petani bawang merah adalah ketika tingginya curah hujan yang
bisa menjadikan resikonya gagal panen. Pada saat musim hujan bawang merah berpotensi
terjangkit penyakit layu akibat jamur fusarium atau yang biasa disebut sebagai penyakit inul.
Dengan itu para petani menerapkan metode sungkup plastic yang bisa digunakan agar
tingginya resiko gagal panen berkurang. Sungkup plastic adalah lembaran plstik penutup
tanaman yang bertujuan untuk menjaga kelembapan tanah dan melindungi tanaman bawang
merah dari hujan sehingga resiko gagal panen berkurang. Dalam metode sungkup plastic ini
juga bisa menghemat petani dalam pembuatan guludan karena guludan tersebut dapat
digunakan 4 kali tanam. Jadi riset ini bertujuan untuk bisa mengetahui cara cara yang dapat
kita lakukan pada saat tingginya curah hujan terhadap penanaman bawang merah serta
dampak dampak apa saja yang bisa terjadi akibat tingginya curah hujan pada tanaman
bawang merah terhadap para petani. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif
yang menghasilkan hasil penelitian berupa kata lata tertulis bagi beberapa sumber. Tehnik
pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi pustaka dan wawancara melalui social
media, objel penelitian adalah para petani di Desa Mijen.
Kata kunci : bawang merah, curah hujan tinggi, petani.
URL:
Lihat
Type:
SOSIAL/HUMANIORA
Document:
Kelas IX
Date:
10-05-2021
Author:
Anindya Citraloka