Data Riset Repository



DAMPAK CURAH HUJAN TINGGI BAGI PETANI BAWANG MERAH DI DESA MIJEN DEMAK TAHUN 2021



Description:
Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang bisa dikatakan serbaguna. Bawang merah bisa dijadikan bumbu dapur, obat ataupun industri makanan. Banyak orang yang membudidayakannya di daerah rendah beriklim kering dengan suhu agak panas dan cuaca cerah. Masalah terbesar para petani bawang merah adalah ketika tingginya curah hujan yang bisa menjadikan resikonya gagal panen. Pada saat musim hujan bawang merah berpotensi terjangkit penyakit layu akibat jamur fusarium atau yang biasa disebut sebagai penyakit inul. Dengan itu para petani menerapkan metode sungkup plastic yang bisa digunakan agar tingginya resiko gagal panen berkurang. Sungkup plastic adalah lembaran plstik penutup tanaman yang bertujuan untuk menjaga kelembapan tanah dan melindungi tanaman bawang merah dari hujan sehingga resiko gagal panen berkurang. Dalam metode sungkup plastic ini juga bisa menghemat petani dalam pembuatan guludan karena guludan tersebut dapat digunakan 4 kali tanam. Jadi riset ini bertujuan untuk bisa mengetahui cara cara yang dapat kita lakukan pada saat tingginya curah hujan terhadap penanaman bawang merah serta dampak dampak apa saja yang bisa terjadi akibat tingginya curah hujan pada tanaman bawang merah terhadap para petani. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang menghasilkan hasil penelitian berupa kata lata tertulis bagi beberapa sumber. Tehnik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi pustaka dan wawancara melalui social media, objel penelitian adalah para petani di Desa Mijen. Kata kunci : bawang merah, curah hujan tinggi, petani.

URL:
Lihat

Type:
SOSIAL/HUMANIORA

Document:
Kelas IX

Date:
10-05-2021

Author:
Anindya Citraloka