Description:
Kesehatan mental di Indonesia masih sangat disepelekan. Dan bukannya membicarakan isu
kesehatan mental, masyarakat kita malah terbelenggu dengan toxic positivity. Toxic positivity
adalah asumsi masyarakat yang terus-menerus mendorong orang lain untuk melihat sisi baik
kehidupan tanpa mempertimbangkan hal berat yang mereka lalui atau tanpa memberi mereka
kesempatan untuk meluapkan perasaannya. Contoh kalimat toxic positivity adalah, “Coba
lebih bersyukur, deh. Masih ada yang lebih susah dari kamu.” Yang mana hal ini tentu saja
berdampak negatif bagi kesehatan mental kita. Dengan toxic positivity ini, kita sering kali
mengubur dalam-dalam perasaan kita dan itu mengarah pada gangguan cemas atau depresi
yang merupakan penyebab utama bunuh diri. Tujuan dilakukannya riset ini adalah supaya
kita menyadari betapa pentingnya kesehatan mental dan mengetahui bahwa tidak semua
pikiran positif itu benar-benar baik. Oleh karena itu, hasil yang diharapkan adalah masyarakat
mampu menyingkirkan dan memutuskan penyebaran toxic positivity ini.
URL:
Lihat
Type:
SOSIAL/HUMANIORA
Document:
Kelas IX
Date:
03-05-2021
Author:
Najwa Salsabila